Tuesday, January 29, 2008

Itung2an Iklan Tarif Termurahnya XL Bebas

Lagi-lagi XL bikin iklan sok jujur yang ternyata benar-benar penuh jebakan. Blas kalau konsumen ngga pakai mikir dan menelan mentah-mentah tuh iklan, bakal ketepu habis-habisan.

0,1/detik ke semua operator, bebas tanpa syarat. Hmmmm.... ya yang dinamakan syarat itu apa sih? Apakah ketentuan bahwa tarif itu hanya berlaku setelah menit ke-2 kalau nelpon ke operator lain itu bukan syarat? Apa sih bedanya syarat dengan ketentuan?

Ini dia faktanya:
Rata2 untuk P.Jawa, Bali & Lombok berlaku skema pentarifan:

  • sesama XL 150 detik pertama kena Rp.10/detik, setelah itu baru Rp.0,1/detik selama 27,5 menit. Ini artinya konsumen harus menghabiskan pulsa 1500 dulu baru bisa menikmati tarif 0.1/detik (benar-benar bersyarat kan?????)
  • Ke operator lain: 120 detik pertama berlaku tarif Rp.25/detik, kemudian 120 detik berikutnya berlaku Rp.0,1/detik, kemudian kembali ke tarif Rp.25/detik selama 2 menit, begitu seteruanya selang-seling. Ini berarti kita harus habiskan pulsa 3000 dulu baru dapat tarif murah.
Nah biasanya anda berkomunikasi lewat HP berapa menit? Ingat iklan XL bebas edisi karyawan datang telat? Berapa lamakah yg dihabiskan untuk nelpon kantor dan ngabari kalau bakal telat? Sampaikah 2 menit? semenit saja sudah lebih dari cukup, nah lo malah mahal kan????

Hmmm.... ya itulah ikkaln XL dengan jargon "TANPA SYARAT" tapi faktanya "PENUH KETENTUAN"

Wednesday, May 23, 2007

Tarif Komparasi Esia, Iklan Menyesatkan

Saat ini lagi gencar-gencarnya Esia menginklankan produknya dengan konsep komparasi tarif. Iklanya dibintangi oleh Agus Ringgo.

HATI-HATI, iklan ini menyesatkan. Kenapa? Berikut penjelasanya.
Komparasi yang dilakukan oleh esia sangatlah tidak berimbang, why?

  1. Tarif hemat berlima, ini merupakan tarif intern operator. No problem
  2. Tarif 25/detik, ini mengarah pada tarif produknya XL, yang merupakan tarif generik kesemua operator, kesemua wilayah dalam negeri.
  3. Tarif 10/detik dengan 6000 pd 5 menit pertama, ini mengarah pada tarif Fren ke semua operator seluler dalam negeri.
Jelas sekali ketiga tarif yg dijadikan pembanding bukan tarif sejenis. Kemudian apakah tarif Rp.50/menit -nya esia setingkat dengan ketiga tarif pembandingnya? Ternyata tidak. tarif Rp.50/menit tersebut hanyalah tarif antar sesama Esia. Bagaimana kaitannya dengan ketiga pembandingnya?
  1. Dibandingkan dengan hemat berlima, tarif esia bisa dibandingkan karena sama2 tarif sesama operator.
  2. Dibandingkan dengan tarif 25/detik, tidak bisa begitu saja dibandingkan, karena tarif Esia ke seluler lain zone antar kota (>200Km) Rp.2727/menit atau lebih mahal Rp.1227,- setiap menitnya.
  3. Dibandingkan dengan tarif 10/detik dengan 6000 pd 5 menit pertama, jelas tidak bisa, karena tarif Esia ke seluler lain paling murah Rp.13,33/detik. Dan untuk Zone > 200KM tarif esia Rp.45,45/detik mahal bukan?
Jika esia memang berniat jujur komparasi, harusnya dia membandingkan tarif yang sejenis, dalam hal ini tarif sesama dibandingkan dengan tarif sesama, misal Rp.5/menit-nya Fren jelas esia 10x lipatnya.

Note:
Tarif Rp.50/menit itu tidak murah loh, jika kita telp selama 59 menit maka biayanya 59xRp.50=Rp.2950 ayo bandingkan dengan Fren dan Starone, mahal bukan?

Friday, May 11, 2007

Heboh Brita Utama (Britama-BRI) *****

Senin 7 mei 2007, aku benar-benar kaget baca Bali Post. Disitu terpangpang sebuah berita dengan topik tentang Mobil diatas rumah di Medan. Bukan kaget karena beritanya, tapi kaget atas kreatifitas tim iklan Britama BRI. Mereka tidak hanya membomb-bardir audience dengan iklan di layar kaca (TV) tapi juga media cetak.

Besoknya, dalam sehari sering sekali aku dengar orang-orang ngomongin ada Mobil diatas rumah, terus ada yang nimpali "sekarang diatas halte tuh...". Besoknya makin seru, Mobil diatas pohon!!!... eh Kamis 10 Mei 2007, malaj nyebur di Kuta...

Iklan ini memang luar biasa. Dengan format berita, membuat orang benar-benar terkesima dibuatnya. Tapi yang tidak kalah untuk diacungi jempol adalah pernyataan bahwa semua itu hanya iklan dan semuanya direkayasa. Setidaknya hal ini ikut membantu mendidik masyarakat bahwa Iklan itu kadang memang kreatif. Btw, ngomong-ngomong, iklan ini juga menarik perhatian blogger, tengok saja disini [Ardiansyah], [kampoengWacana] dan juga forum diskusi seperti disini [Main Air Yuk!].