Para operator seluler atau lebih luasnya operator telepon lagi seru-serunya perang tarif nih. Ada yang ngaku terang-terangan berperang lewat iklanya yang saling sok komparasi adil, hingga yang ngga mau ngaku perang tarif (mengklain yang lain sibuk perang tarif), kenyataanya toh juga mengajukan diri sebagai pen-tarif termurah.
Indosat IM3 menggelontorkan iklan 0,01-nya. Hmm... ini ya biasalah iklan dengan prasyarat tertentu. Tapi keren juga angka psikologi 0,01 seakan-akan seperseratus dibawah "1". Ya kesan murahnya itu drastis banget. Masalah realisasinya murah atau ngga itu lain soal, toh sudah dibilangin berlaku setelah 90 detik. Jadi konsumen tinggal nyari tahu, 90 detik pertama itu tarif-nya berapa. Secara bahasa iklan dagang, wajar-wajar saja.
Yang paling baru ini nih si XL dengan tarif anyarnya yang diklaim Rp. 0,00000...1 entah apa maksudnya angka ini. Yang jelas angka ini benar2 iklan. Jadi jangan ditelan mentah-mentah. Angka ini sumber kemunculanya dari negeri antah berantah, jadi jangan coba-coba menghitung. Bakal susah nemu angka 0,00000...1-nya. Heran nih ma XL, mbok kalo mau perang tarif jangan terlalu mengada-ngada to, emang bangsa ini bodoh ngga bisa ngitung pa?
Ini nih skema pentarifanya.
Monday, March 03, 2008
Dari 0,5 Hingga 0,0000..1 (Perang nih ceritanya????)
Tuesday, January 29, 2008
Itung2an Iklan Tarif Termurahnya XL Bebas
Lagi-lagi XL bikin iklan sok jujur yang ternyata benar-benar penuh jebakan. Blas kalau konsumen ngga pakai mikir dan menelan mentah-mentah tuh iklan, bakal ketepu habis-habisan.
0,1/detik ke semua operator, bebas tanpa syarat. Hmmmm.... ya yang dinamakan syarat itu apa sih? Apakah ketentuan bahwa tarif itu hanya berlaku setelah menit ke-2 kalau nelpon ke operator lain itu bukan syarat? Apa sih bedanya syarat dengan ketentuan?
Ini dia faktanya:
Rata2 untuk P.Jawa, Bali & Lombok berlaku skema pentarifan:
- sesama XL 150 detik pertama kena Rp.10/detik, setelah itu baru Rp.0,1/detik selama 27,5 menit. Ini artinya konsumen harus menghabiskan pulsa 1500 dulu baru bisa menikmati tarif 0.1/detik (benar-benar bersyarat kan?????)
- Ke operator lain: 120 detik pertama berlaku tarif Rp.25/detik, kemudian 120 detik berikutnya berlaku Rp.0,1/detik, kemudian kembali ke tarif Rp.25/detik selama 2 menit, begitu seteruanya selang-seling. Ini berarti kita harus habiskan pulsa 3000 dulu baru dapat tarif murah.
Hmmm.... ya itulah ikkaln XL dengan jargon "TANPA SYARAT" tapi faktanya "PENUH KETENTUAN"
Wednesday, May 23, 2007
Tarif Komparasi Esia, Iklan Menyesatkan
Saat ini lagi gencar-gencarnya Esia menginklankan produknya dengan konsep komparasi tarif. Iklanya dibintangi oleh Agus Ringgo.
HATI-HATI, iklan ini menyesatkan. Kenapa? Berikut penjelasanya.
Komparasi yang dilakukan oleh esia sangatlah tidak berimbang, why?
- Tarif hemat berlima, ini merupakan tarif intern operator. No problem
- Tarif 25/detik, ini mengarah pada tarif produknya XL, yang merupakan tarif generik kesemua operator, kesemua wilayah dalam negeri.
- Tarif 10/detik dengan 6000 pd 5 menit pertama, ini mengarah pada tarif Fren ke semua operator seluler dalam negeri.
- Dibandingkan dengan hemat berlima, tarif esia bisa dibandingkan karena sama2 tarif sesama operator.
- Dibandingkan dengan tarif 25/detik, tidak bisa begitu saja dibandingkan, karena tarif Esia ke seluler lain zone antar kota (>200Km) Rp.2727/menit atau lebih mahal Rp.1227,- setiap menitnya.
- Dibandingkan dengan tarif 10/detik dengan 6000 pd 5 menit pertama, jelas tidak bisa, karena tarif Esia ke seluler lain paling murah Rp.13,33/detik. Dan untuk Zone > 200KM tarif esia Rp.45,45/detik mahal bukan?
Note:
Tarif Rp.50/menit itu tidak murah loh, jika kita telp selama 59 menit maka biayanya 59xRp.50=Rp.2950 ayo bandingkan dengan Fren dan Starone, mahal bukan?