Tuesday, December 12, 2006

Rasanya Tak Mungkin

Yang namanya iklan, bagaiamanpun caranya dia pengenya audience tertarik.
Agar audience tertarik kadang iklan dibuat cukup hiperbolic. Hanya saja
tanpa kita sadari atau sebenarnya kita sadari, ada saja iklan yang
rasanya "mustahil".

2372
Hhmmm... angka apakah itu? Angka ini muncul di iklan AXE edisi "TP2"
a.k.a tebar pesona. Jika seorang cowok bisa menebar pesona dan bikin
wanita meliriknya, dimana jumlah wanita itu sebanyak 2.371 orang dalam
sehari apakah mungkin? Mari kita kalkulasi.
Andaikan si pria beraktifitas sehari 18 jam (tidur jam 12 malam, bangun
jam 6 pagi), ngga mungkin kan ngga mandi? Ngga mungkin kan ngga makan?
Okay anggap total waktu buat TP2 17 jam, jika 2.372 wanita terpesona,
maka dalam sejam ada 139,53 wanita, atau dalam 1 menit ada 2,33 wanita
atau 1 wanita tiap 30 detik. Hmmm kalo gitu apa ngga pegel tuh jari2
tekan counter terus tiap 30 detik?
Mungkin saja sih... datang aja ke acara ibu2 arisan, nah kalo anda cowok
sendirian ya boleh tuh jadi pusat perhatian, terus datang ke sekolah
putri, berdiri di lapangan upacara terus undang semua siswa... hehehehe...

NU juice
Nah iklan yang satu ini keliatan banget berlebihanya. Iklan NU Juice
edisi traffic di lift. Gila sebanyak itu orang yang keluar dari lift,
padahal ukuran liftnya sedang2 aja tuh... bahkan tim olahraga saja ada
tuh tumpah dari lift-nya.

yah... namanya juga iklan, berlebihan itu menarik.

Tuesday, October 03, 2006

Iklan di Bulan Puasa

Bulan ramadhan merupakan salah satu bulan penting bagi umat Muslim. Pada
bulan ini ada kegiatan yang sangat besar danpaknya bagi dunia periklanan
yaitu "PUASA". Tentu saja tidak semua iklan kena imbasnya, atau mungkin
malah semua bisa? Ya pinter-pinternya biro iklan sih memanfaatkan moment.

Pangsa iklan yang paling banyak menikmati danpak puasa tentu saja iklan
produk makanan. Iklan-iklan makanan yang biasanya ngga ada, pada bulan
ini justru aktif berpromosi. Yang paling ketara sih biasanya iklan
minuman. Ya seperti syrop dan sejenisnya.

Kenapa disaat target pasarnya berpuasa makan dan minum, industri iklan
justru gencar menayangkan iklan makanan? Target-nya tentu saja acara
buka dan sahur (biasanya dominan buka). Dari pagi kita disodori iklan
produk makanan yang beraneka ragam, dan semua ingin menjadi makanan
dikala buka... pasar yang biasanya menganggap jenis makanan itu bukan
hal yang penting, saat ini menjadi begitu peduli dengan jenis apa yang
akan menjadi makanan dikala buka, dan itulah yang dikejar oleh industri
iklan saat ini [kesempatan menanamkan image produk].

Tentu saja tidak hanya iklan makanan & minuman yang menikmati momen ini,
hampir semua, bahkan telekomunikasi saja yang dulu saling bantah tarif
murah dini hari, sekarang juga ikut gencar berpromosi... so nelpon pagi2
buta ngga papa kan Aming????

Adakah industri yang tergusur iklanya? harusnya ada, ya iklan MIRAS
misalnya. Saya sendiri berharap iklan rokok juga ditiadakan saja...
hehehehe... terlepas dari materi iklan-nya, iklan rokok sama
berbahayanya dengan MIRAS, sama2 meracuni anak bangsa.

Selamat menjalankan ibadah puasa.

Sunday, September 03, 2006

Sprite, Iklan Gitu Loh (TV)

Berbagai kreatifitas ide dipacu untuk menghasilkan sebuah iklan yang
bermutu. Dari sisi produsen mutu disini memang tidak jauh-jauh dari yang
namanya tingkat penjualan. Bagi konsumen, mutu disini merupakan hal yang
membuat mereka tanpa merasa dipaksa menjadi korban iklan.

Iklan minuman ringan Sprite edisi membekukan kolam renang salah satu
iklan yang saya rasa ya memang misinya mengejar tingkat penjualan (ya
semua iklan juga begitu). Namun alasan saya mengulas iklan ini, karena
misi awal blog ini adalah menginginkan iklan yang juga menghibur dalam
artian tak semata-mata mengejar duit.

Iklan Sprite ini kalau dikatakan kurang menghibur, tidak juga. Menghibur?
Hmmm kesan iklannya ketara banget. Setiap iklan ini muncul, yang
terlintas di benak saya "Ah, namanya juga iklan". Ternyata komentar adik
sepupu saya yang baru kelas 3 SD juga begitu. Ketika iklanya nongol di
TV, saya tunjukin ke adiknya yang masih balita, "Lihat tanganya dipakai
nyetrika!". Eh kakaknya nyeletuk, "Itu kan cuma iklan!". Waooowww...

Ketika kesan sebuah iklan semata-mata hanya menarik minat pemirsanya
sangat kuat, terkadang pemirsa sadar, bahwa mereka punya proteksi agar
tidak menjadi korban iklan. Ketika kesan "ah cuma iklan" sudah melekat,
seakan-akan semuanya menjadi semu. Segala kelebihan produk seolah-olah
hanya rekayasa. kalau sudah seperti ini, yang muncul justru sikap
ketakutan, ya takut dibohongi. Ya siapa sih percaya minum Sprite bisa
bikin kolam renang beku? Kalau iya, apa yang bakal terjadi didalam usus?

Kita bandingkan dengan Iklan Fanta Apel. Sama-sama iklan, tapi cerita
yang terjadi bukanlah rekayasa image produk. Pada iklan ini Fanta
bagaikan pensil disaat bolpoint anda habis. Siswa cowok jatuh bukan
karena fanta, tapi jatuhnya dia melepaskan fanta ke siswa putri, sesuatu
yang wajar bukan? Bohong tidaknya cerita tersebut, tanggungjawabnya tak
bisa diserahkan ke Fanta Apel-nya.

Hal yang sudah seharusnya disadari para pengiklan bahwa, pemirsa
sekarang sudah pintar. So janganlah terlalu berlebihan memberikan image
di produk anda. Lebih-lebih produk yang sering dijumpai dalam
keseharian. Terkadang mengungkapkan apa adanya itu jauh lebih menarik,
tapi ya... namanya juga iklan.